IMM, IPM dan Kamista: Pemko harus Tetap Fokus pada Pencapaian Program

Sabtu, 07 Mei 2011

SIBOLGA- Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) Sibolga-Tapteng berpendapat belakangan ini banyak isu berkembang yang dilontarkan kepada Pemko Sibolga. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas umum dan kinerja Pemko Sibolga. Karena itu, IMM meminta agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga serta jajaran tetap fokus pada pencapaian program pembangunan.
“Kita harap agar pemko dan juga masyarakat Sibolga tidak terkecoh dengan upaya penciptaan isu negatif belakangan ini. Karena kita mensinyalir, isu itu sengaja dienduskan oleh dan untuk kepentingan pihak atau pribadi yang merasa keinginannya tidak diakomodir,” ujajr Ketua Cabang IMM Sibolga-Tapteng Beni Apri Rahmad, Kamis (5/5).
Menurut Beni, Pemko Sibolga saat ini membutuhkan saran-saran yang konstruktif untuk terciptanya pemerintahan dan pembangunan yang baik dari segenap elemen masyarakat. “Kita juga harus pahami bahwa program pembangunan harus berorientasi pada kepentingan publik. Jadi kesampingkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu,” tandasnya.
Dia mengatakan, IMM Sibolga-Tapteng melihat bahwa dalam setahun terakhir, berbagai program pembangunan masyarakat telah teralisasi dengan baik. Seperti misalnya pembuatan KTP On Line yang telah terlaksana di salahsatu kecamatan, dan kecamatan lain akan segera mengikuti. Kerjasama PT Pelindo dan Pemko Sibolga di bidang pengelolaan aset untuk kepentingan masyarakat. Naiknya anggaran sektor pendidikan sebesar 31 persen dari APBD. Persalinan gratis bagi ibu melahirkan sampai anak kedua. “Itu contoh keseriusan pemko dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat,” kilahnya.
Sekali lagi Beni meminta agar Pemko Sibolga tetap fokus pelaksanaan program pembangunan yang sedang berjalan. Artinya, jangan terpengaruh isu yang disinyalir ingin menggoyahkan komitmen pembangunan.
Beni juga menyinggung soal rencana pembangunan universitas di Sibolga. Di mana sepengetahuannya, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk telah berhasil menarik perhatian pemerintah pusat dan pihak investor, hanya saja kendalanya pada ketersediaan lahan. “Kendala itu yang perlu bersama-sama kita carikan solusinya. Misalnya apakah dengan perluasan wilayah ke arah Sarudik atau Mela,” paparnya lagi.
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pengurus Besar Kesatuan Aksi Mahasiswa Sibolga-Tapteng (MPO PB Kamista) Sibolga-Tapteng Ahmad Kennedy Manullang, berpendapat bahwa pembentukan opini publik sah-sah saja, namun hendaknya tetap bersubstansi membangun. “Banyak yang perlu dibenahi, tapi kalau kebanyakan kritik saja, maka pembangunan bisa jalan di tempat,” sindir Kennedy dan diamini Sekum Ikatan Pelajar Muhammadiah Sibolga Darwinsyah Hutagalung, dan Aktifis Muda Muhammadiah Sibolga Safruddin Lase.
Menurut Kennedy, Wali Kota Sibolga sudah menunjukkan kebijakan yang mengesampingkan kepentingan pribadi atau kelompok. Hal itu terlihat dari penempatan SKPD yang cukup proporsional dan terhindar dari ‘titipan’ pihak tertentu. Karena itu, menurutnya, kinerja para SKPD juga harus maksimal dan profesional. “Sekarang, eksekutif, legislatif dan masyarakat harus bersatu memberikan sumbangsih pemikiran yang positif demi terwujudnya visi dan misi pembangunan Sibolga,” pungkasnya. (mora/dro)

3 Tanggapan

  1. di rilis di koran mana tu bro?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: